Lampung Mulai Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Targetkan Nilai Tambah

wartasiger.co.id, Bandar Lampung – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, menghadiri groundbreaking Program Pengembangan Hilirisasi Ayam Terintegrasi 2026 di Kebun Kedaton Trikora PTPN I Regional 7, Jati Agung, Jumat (6/2/2026).

​Kegiatan ini bagian dari Program Strategis Nasional atas inisiasi Kementerian Pertanian untuk memastikan ketersediaan protein hewani berkualitas dan terjangkau.

Lampung terpilih menjadi salah satu dari enam provinsi tahap pertama (Fase I) di Indonesia yang melaksanakan proyek hilirisasi terintegrasi ini.

Marindo Kurniawan membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung menegaskan, program ini sejalan arahan Presiden RI Prabowo Subianto terkait menguatjan pangan dan gizi sebagai prioritas nasional.

“Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya Asta Cita keempat tentang penguatan pembangunan sumber daya manusia. Salah satu program utamanya ialah program makanan bergizi gratis (MBG) anak sekolah, santri, balita, dan ibu hamil,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proyek di Lampung mencakup empat infrastruktur kunci, yakni pembangunan Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) berkapasitas 2.000 ekor, fasilitas parent stock dan hatchery, pabrik pakan ternak tahap kedua, dan pabrik tepung telur tahap kedua.

Nilai Tambah

​Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan transformasi mengirimkan komoditas unggas tak lagi bergantung pada penjualan ayam hidup.

“Pemprov mendorong agar ayam keluar dari Lampung tak lagi ayam hidup, tapi sudah dipotong atau diolah. Dengan cara ini, nilai tambah akan kian lebih besar dan manfaat ekonomi lebih terasa bagi masyarakat,” tegasnya.

​Data tahun 2025 mencatat potensi unggas Lampung sangat besar, dengan pengiriman daging mencapai 19 juta kilogram dan 16 juta ekor ayam hidup.

Melalui pembangunan RPHU dan fasilitas cold storage, potensi ini diharapkan dapat dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah.

Guna memastikan distribusi lancar, Pemprov Lampung juga telah menggandeng BUMD Dharma Jaya milik Pemprov DKI Jakarta sebagai mitra pemasaran.

​Gubernur mengingatkan agar program atas biaya dari dana pusat ini dijalankan penuh integritas dan transparansi.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari peternak hingga akademisi, bersinergi menjadikan Lampung sebagai contoh sukses hilirisasi peternakan nasional.

Tiga Infrastruktur

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan, proyek ini merupakan langkah bersejarah bagi industri peternakan di Lampung.

Pembangunan ini mencakup tiga infrastruktur utama yang akan membentuk ekosistem peternakan modern efisien dan kompetitif.

​”Lokasi ini (Kedaton) akan dibangun RPHU dan Cold Storage di atas lahan 5 hektare. Selain itu, kami juga menyiapkan lahan di Kebun Bergen untuk fasilitas Parent Stock berkapasitas 10 juta DOC per tahun, dan pembangunan pabrik pakan. Ini ialah ekosistem lengkap dari hulu ke hilir,” ujarnya.

​Teddy menjelaskan, pembangunan infrastruktur ini memiliki nilai strategis dalam mendukung program prioritas nasional, yaitu penyediaan MBG.

Menurutnya, adanya fasilitas pengolahan dan penyimpanan memadai, distribusi protein hewani bagi masyarakat dapat lebih terjamin kualitas dan ketersediaannya.

Danantara Indonesia, melalui PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD, resmi memulai groundbreaking hilirisasi pengembangan industri ayam terintegrasi pada enam provinsi di Indonesia.

Keenam provinsi itu ialah Jawa Timur (Kabupaten Malang), Gorontalo (Kabupaten Gorontalo Utara), Lampung (Kabupaten Lampung Selatan), Sulawesi Selatan (Kabupaten Bone), Kalimantan Timur (Kabupaten Penajam Paser), dan Nusa Tenggara Barat (Kabupaten Sumbawa). (kmf)

Loading

Related posts